Rabu, 22 Mei 2013

Rumus Rumus MS. Excel


Sering sekali kita memakai rumus pada Ms Excel yang sering kita gunakan, tapi rumus pada Ms. Excel jumlahnya sampai ratusan. Sedikit dari tentang rumus Excel dan fungsinya

Rumus - Rumus pada Ms. Excel Beserta Fungsinya
SUM : digunakan untuk mencari jumlah isi data pada range tertentu

AVERAGE : digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari suatu range

MAX : digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari suatu range

MIN : digunakan untuk mencari nilai terendah dari suatu range

COUNT : digunakan untuk mencari banyaknya data dari satu range

COUNTA : Untuk menghitung jumlah data berbentuk teks maupun angka dari suatu range

SUMIFS : Untuk penjumlahan dengan multi kriteria.

SQRT : Untuk mencari akar kuadrat

FV : Untuk menghitung nilai kemudian dari suatu investasi dengan besar pembayaran yang sama serta bunga yang tetap dalam periode tertentu.

PMT : Untuk menghitung nilai angsuran secara periodik untuk melunasi nilai pijaman berdasarkan periode, dengan pembayaran dan bunga yang konstan.

PPMT : Untuk menghitung nilai pokok pembayaran untuk membayar kembali suatu nilai pinjamandalam jangka waktu yang ditentukan.

VLOOKUP : Untuk mengambil data dari tabel lain secara vertikal.

HLOOKUP : Untuk mengambil data dari table lain secara horizontal.

IF : Untuk menguji kebenaran dari suatu kondisi.

15. IF(OR(logical_test;value_if_true;value_if_false) Fungsinya : salah satu syarat diantara beberapa syarat

16. IF(AND(logical_test;value_if_true;value_if_false) Fungsinya : dua syarat atau lebih wajib terpenuhi

17. IF(NOT logical_test;value_if_true;value_if_false) Fungsinya : bukan dengan syarat tertentu

LEFT : Untuk mengambil karakter dari kiri.

RIGHT : Untuk mengambil karakter dari kanan

MID : Untuk mengambil karakter dari posisi tengah

EOMONTH : Untuk mengetahui tanggal terakhir dari suatu bulan

WORKDAY : Untuk menghitung jumlah hari kerja.

ROUND : Untuk membulatkan bilangan

ROUNDUP : membulatkan ke atas sebuah angka/ atau hasil perhitungan rumus (kecuali 0 tentunya).

ROUNDDOWN : menginginkan pembulatan angka/ hasil perhitungan ke bawah

COUNTIF : Menghitung jumlah sel yang memenuhi syarat tertentu

DATE : Untuk menuliskan tanggal

DAY : Untuk mengambil nilai hari dari suatu data tanggal.

MOUNTH : Untuk mengambil nilai bulan dari suatu tanggal.

YEAR : Untuk mengambil nilai tahun dari suatu tanggal.

STDEF : Digunakan untuk menentukan standar deviasi dari suatu data

VAR : Digunakan untuk menentukan nilai variance dari suatu data

VALUE : Digunakan untuk merubah nilai teks numberik menjadi nilai value (bersifat bilangan)

FIND : Digunakan untuk menghasilakan posisi substring dari sebuah string.hasil dari fungsi ini adalah suatu nomor dari karakter yang dicari. Penulisannya FIND(cari teks, pada teks, mulai nomor)

REPLACE : Digunakan untuk menggantikan substring dengan substring lainnya

CONCATENATE : Digunakan untuk menggabungkan string untuk menjadi suatu kalimat

NOW : Digunakan mengambil tanggal dan waktu dari system dengan format default mm/dd/yy

WEEKDAY : Menanpilkan angka hari dari tanggal.

WORKDAY : Untuk menghitung jumlah hari kerja.

TODAY : Mengambil tanggal dari system computer dengan format default mm/dd/yy

TIME : Tigunakan untuk memasukkan waktu ke sebuah sel atau mengubah angka serial waktu ke dalam waktu tertentu

HOUR : Digunakan mengambil jam dari sebuah penulisan waktu atau dari angka serial waktu

MINUTE : Digunakan mengambil menit dari sebuah penulisan waktu

SECOND : Digunakan mengambil detik dari sebuah penulisan waktu

DATEVALUE : Mengubah nilai tanggal antara 1 januari 1990 dan 31 desember 2007 menjadi serial angka
TIMEVALUE : Mengubah waktu menjadi serial angka dalam bentuk decimal antara 0 dan 1
arcsin, arccos dan arctan adalah kebalikan/invers dari fungsi sin cos dan tan.

CEILING : Untuk membulatkan angka ke atas sama dengan fungsi ROUNDUP

COMBIN : merupakan salah satu fungsi matematik yang disediakan oleh Microsoft Excel, bisa digunakan untuk menentukan jumlah kombinasi atau kelompok yang bisa dibentuk dari sekumpulan item.

RANK : biasa digunakan dalam analisa data untuk menentukan skala prioritas sekelompok data.

DSTDEVP : digunakan untuk menghitung standar deviasi populasi sekelompok data yang memenuhi criteria

DSTDEV : Untuk memperkirakan standar deviasi dari sekelompok data yang memenuhi criteria yang diberikan

DGET : digunakan untuk menampilkan sebuah data dari sekelompok data yang sesuai dengan criteria yang ditulis

DCOUNTA : Menghitung semua data numeric, string, maupun formula

DCOUNT : Menghasilkan jumlah sel yang memuat data numeric dari sekumpulan data dalam sebuah daftar atau database yang memenuhi criteria

ACCRINTM : Menghasilkan bunga akrual untuk suatu saham yang dibayarkan pada saat tanggal penyelesaian

DAVERAGE : dipergunakan untuk mencari nilai rata rata sekumpulan data dalam daftar hanya yang sesuai dengan kriteria yang dikehendaki

DPRODUCT : Menampilkan hasil perkalian sekelompok data yang memenuhi criteria yang diberikan

DSUM : Digunakan untuk menjumlahkan sekelompok data yang memenuhi criteria

DVAR : Digunakan untuk mencari variance dari sekelompok data yang memenuhi criteria

DVARP : Digunakan untuk mencari variance dari populasi sekelompok data yang memenuhi criteria tertentu

AREAS : Menampilkan berapa jumlah area yang terletak dalam suatu referensi

ABS : Untuk mengubah angka-angka yang ada dalam daftar argumennya menjadi bilangan mutlak (absolut)

ABS(number) : Absolut akan menghasilkan nilai absolute dari sebuah angka (atau rumus).

SQRT : Untuk menghitung akar dari bilangan X. Bilangan X tidak boleh negative

LEN : Menjumlah karakter

LOWER : Mengubah huruf besar menjadi huruf kecil

UPPER : Mengubah huruf kecil menjadi huruf besar (kapital)

CONVERT : Mengubah konversi dari cm ke mm

DEC2BIN : Mengubah konversi dari desimal ke biner

DEC2HEX : Mengubah konversi dari desimal ke hexadecimal

DEC2OCT : Mengubah konversi dari desimal ke octal

COUNTBLANK : untuk menghitung jumlah sel yang kosong.

REPT : mengulang kata yang ada di salah satu range sel sebanyak beberapa kali

CHOOSE : Menampilkan suatu pernyataan berdasarkan kriteria tertentu,dimana kriterianya berupa data angka yang berurutan.

RAND : akan membangkitkan angka acak (random) antara 0 sampai dengan 1

RANDBETWEEN : dapat dipergunakan untuk membangkitkan angka acak dengan batas atas dan batas bawah yang dapat anda tentukan sendiri.

INT : dapat dipergunakan untuk membulatkan angka/hasil perhitungan ke bawah ke angka integer terdekat.

EVEN : membulatkan sebuah angka ke angka genap

ODD : membulatkan sebuah angka ke angka ganjil.

COLUMN : Menghasilkan nomor kolom dari suatu referensi yang diberikan

COLUMNS : Untuk menampilkan jumlah kolom yang terdapat dalam suatu array yang disebut dalam argument

TRANSPOSE : Mengubah susunan baris menjadi kolom, dan susunan kolom menjadi baris

CODE : Untuk menghasilkan nomor kode dari karakter pertama pada teks string

FIXED : Membulatkan tampilan data numeric pada digit yang anda kehendaki

ROW : mengambil data baris dari suatu referensi.

ROWS : untuk menghitung jumlah baris dari suatu range atau array.

INDEX : membaca tabel berdasarkan pada offset baris dan offset kolomnya, dengan bentuk umum

EXP : Fungsi ini untuk menampilkan hasil perpangkatan dengan bilangan dasar adalah bilangan e, di mana e bernilai 2.7182818.

POWER : untuk menampilkan hasil perpangkatan dari suatu angka, dengan bentuk umum

LN : menampilkan hasil dari logaritma dengan bilangan dasar e, di mana e bernilai 2.7182818. fungsi =LN kebalikan dari fungsi =EXP.

LOG : Fungsi ini untuk menampilkan hasil dari logaritma dengan bilangan dasar tertentu, dengan bentuk umum:

LOG10 : Fungsi ini untuk menampilkan hasil dari logaritma dengan bilangan dasar 10.

INT : Fungsi ini untuk membulatkan angka ke bawah ke bilangan bulat terdekat.

TRUNC : Fungsi ini untuk mengambil bilangan bulat atau integer.

MOD : Fungsi ini untuk mengambil sisa suatu pembagian, dengan bentuk umum

FACT : Fungsi ini untuk mencari nilai faktorial suatu bilangan. Misalkan ingin dihitung 4 faktorial yang biasanya ditulis dengan notasi 4! Akan didapat hasil 4 x 3 x 2 x 1 = 24. Untuk 1 faktorial dan 0 faktorial diperoleh nilai 1.

SIGN : Fungsi ini untuk menampilkan tanda bilangan positif, nol dan bilangan negative

SIN : Fungsi ini untuk mencari nilai sinus dari suatu sudut yang dinyatakan dalam satuan radian. Untuk mengubah sudut dari satuan derajat ke satuan radian, caranya dengan mengalikan sudut tersebut dengan PI()/180.

Tan : Fungsi ini untuk mencari nilai tangen dari suatu sudut yang dinyatakan dalam satuan radian

Kamis, 09 Mei 2013


WAN Media & Communications Protocols-Thinking Out of the Box Here is an overview of the various transmission media and communication protocols available for wide area networking and some of the issues to be considered before choosing the right one. Solutions providers considering implementing WAN services for their large users must make several choices. The first is the choice of "WAN media" and "Communication Protocol". This can be a complex decision, as there are numerous affordable and reliable options. There are various WAN media alternatives available for carrying valuable WAN traffic. The most common choices are standard telephone lines, digital communications lines, and permanent leased lines. Other less common options are fiber links, and various wireless alternatives such as cellular, microwave and even satellite transmission. We'll look at the most common alternatives. WAN communication protocols are collections of procedures, data formats and rules used to describe the manner in which data can be transmitted over a WAN link. The most common of these protocols are X.25, Frame Relay, PPP and SNA. The communication protocol is the common language on the WAN. We'll talk about these protocols in greater depth later. The key to choosing the optimal WAN medium and communication protocol is to understand the specific requirements of the application(s) it must support. However, the following issues are to be considered. What is the application? LAN-LAN connectivity often requires permanent high bandwidth connections. Remote access requires an intermediate-speed dial-up connection, while LAN access to SNA hosts is typically used for mission critical applications requiring extremely reliable but lower-speed connections. How many locations are involved and where are they? Certain media and communication protocols become more or less cost-effective depending on how meshed the network is, and how far apart offices are. Depending on where a branch is located, the existing communications infrastructure may only permit certain WAN media and communication protocols to be used. What are the traffic patterns? Only certain networks can handle bursty LAN traffic. Also, the cost of some services varies with usage, making these alternatives extremely expensive for high traffic links. Moreover, usage fees may vary according to the duration for which the link is used; for example, costs may increase during business hours, which would be impractical for certain applications Answers to the above questions should help narrow the choice of WAN media and communication protocols. Leased Lines Leased lines continue to be one of the most popular choices for large corporations, especially in North America. Because a leased line is a permanent link between two sites, it can be used for LAN-LAN connections or LAN-SNA host connections. It is suitable for carrying any communication protocol. Leased lines offer excellent performance for these applications. Leased lines support transmission speeds ranging from 19.2 Kbps to T3 (45 Mbps) and pricing is generally bandwidth and distance sensitive.

Fiber Links Fiber links are based on fiber optic cables, which conduct light very efficiently. The great advantage of fiber cables over conventional wire cables is the substantial weight and size savings and the much greater bandwidth offered. Although fiber is not yet widely used by people in their homes or offices, it is used for special applications such as metropolitan area networks. Fiber links can be used to transport various communication protocols. Fiber is generally more expensive than the media alternatives discussed so far.

Wireless Media (Microwave and Satellite) Microwave and satellite are closely related because both are wireless. In both cases, data is transmitted via high frequency radio signals from origin to a central relay station or satellite. These media are delay sensitive and best used for "one to many" applications such as distribution of financial market information. Because of inconsistent reliability and high expense, these media are not well suited to LAN-LAN or LAN-SNA applications. Again, these media can be used to transport a variety of communication protocols.

Upcoming Technologies ADSL One promising technology is Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL). It was developed to allow high bandwidth applications to be delivered to homes (video on demand, Internet) using existing unshielded twisted pair wiring. When available, ADSL will allow high bandwidth in one direction and low bandwidth in the other. ADSL uses signal encoding, compression, and modulation techniques and can support various configurations of data rates depending on the length of wire to be traversed. A typical ADSL configuration supports a downstream delivery rate of 6 Mbps and an upstream rate of 64 Kbps up to a distance of 12,000 feet.

SDSL Symmetric Digital Subscriber Line (SDSL) is based on the same technology as ADSL. However, as the name suggests, it offers equal bandwidth in both directions and is better suited for applications such as video-conferencing and high-speed remote LAN access. A typical configuration will support data rates of 2 Mbps in each direction.

Cable Modems Another promising technology is the cable modem that allows connection of personal computers to high bandwidth cable TV coax cables. The good news about this technology is the tremendous amount of bandwidth (up to 30 or 40 MBPS) that it offers. The bad news is that this technology is not widely available today and there are no industry standards for interoperability. Also, unless the local cable company connects to the public telephone network, users will not be able to access sites that are not supported by the cable company.

WAN Communication Protocols Wide Area Network communication protocols can seem like a complex subject. However, two facts can help WAN service users better understand the technologies. Any WAN media can be used to transport any WAN communication protocol. Any WAN communication protocol can be encapsulated in any other WAN communication protocol. A note of caution regarding communication protocols and encapsulation. If you need to mix and match protocols on your WAN, do so with care. Be careful to use only open protocols and encapsulation standards. Here is a brief overview of the most common communication protocols in use today.

PPP and MLPPP PPP is a point to point protocol primarily associated with the Internet. PPP supports both asynchronous and synchronous serial lines and provides a point to point connection across a variety of media. PPP was first proposed as a standard in 1990 to replace an older de facto standard known as SLIP (Serial Line Internet Protocol) that requires links to be established and terminated manually. However, unlike SLIP, PPP offers significant flexibility. This explains its widespread use for Internet communication. Multilink PPP (MLPPP) is a method for splitting, recombining and sequencing PPP Datagrams across multiple logical data links. This protocol was originally designed to exploit multiple B-channels in ISDN, but is equally applicable to any situation in which multiple serial PPP links connect two systems.

X.25 Packet-switched protocols have long been an alternative to point to point protocols such as PPP, with X.25 being the most mature of these alternatives. Packet-switched connections are "virtual", in that connected sites are not physically linked. While point to point protocols are analogous to a direct pipeline between two sites (point to point), a packet-switched service is analogous to a delivery service sending packages between sites via intermediate hubs and couriers. For this reason, a single physical link to the X.25 network can support multiple concurrent connections to different sites. X.25 is available almost universally, supporting transmission speeds ranging from 9.6 KBPS to 512 KBPS, with guaranteed global delivery. Because X.25 is a mature technology, it supports numerous access methods. You can connect to an X.25 network (a network where all traffic is X.25 packets) through a dial-up telephone link, ISDN, or a dedicated leased line. X.25 pricing is usage based, but not very distance sensitive. Over long distances, it is far less expensive than using a point to point protocol. These characteristics make X.25 suitable for both LAN-LAN and LAN-SNA host connections--especially for global corporations, which need reliability and universal availability. X.25 is not, however, suited to high-bandwidth applications, especially those sensitive to latency introduced by X.25 networks. X.25 is also suitable for remote user connectivity. Remote users worldwide can simply dial into a local X.25 network using a standard modem. The X.25 service provider's Packet Assembler/Disassembler (PAD), converts the asynchronous data stream coming from the modem into X.25 packets. This enables affordable and reliable remote access to corporate LANs from anywhere in the world.

Frame Relay Frame Relay is a packet-switched protocol, which has replaced many point to point leased line applications. It was designed to take advantage of the higher reliability offered by modern telecommunications systems. Frame Relay can be viewed as a streamlined version of X.25. It offers greater speed and reduced latency, at the cost of less error-checking. Though Frame Relay availability is steadily growing, it may not be available in countries with unreliable communications infrastructures (in which case, X.25, with its advanced error-checking, will usually be available). Applications requiring meshed connectivity are especially cost-effective using Frame Relay, since multiple virtual connections can exist on a single physical link. An added benefit of Frame Relay is that it allows bandwidth on demand up to the allowable clock speed of the line, making it suitable for bursty applications. Growing confidence in Frame Relay networks is making it a popular choice for SNA access (SNA over Frame Relay). It is also gaining favor for remote access, as service providers begin to offer dial-up access into Frame Relay networks via POTS and ISDN. ISDN access into Frame Relay networks will also enable them to easily back up the permanent Frame Relay links currently in use. It seems likely that Frame Relay will eventually enjoy the same degree of flexibility as X.25 provides today. Remember, in a WAN setup the major chunk of the money goes in to the communication links and WAN hardware does not amount to even 20 per cent of the total cost. So a user must first evaluate the wide area networking requirement in detail and then choose the appropriate WAN media and communication protocol which best suits his need.

Senin, 06 Mei 2013

Ada 10 Monster Dalam Air Minum Kita

Semua jenis air sebenarnya mengandung bakteri dan protozoa. Demikian pula pada air minum yang kita konsumsi sehari-hari. Tidak berbahaya jika jumlahnya masih di bawah ambang batas normal. Berikut adalah 10 mikroorganisme yang dapat hidup di air minum Anda sekarang.
1. Salmonella Enterica Salmonella adalah suatu genus bakteri yang merupakan penyebab utama penyakit bawaan makanan di seluruh dunia. Bakteri umumnya ditularkan ke manusia melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi yang berasal dari hewan, terutama daging, unggas, telur dan susu.

2. Chaetomium sp Chaetomium sp. spora tidak terlalu berbahaya, meskipun dalam beberapa kasus mereka dapat menyebabkan infeksi yang dikenal sebagai phaeohyphomycosis. Mereka juga dapat menimbulkan bahaya bagi orang yang alergi terhadap spora, dan bahkan yang biasanya hanya terjadi dengan paparan kronis.

3. Legionella Pneumophila Legionella pneumophila termasuk bakteri Gram negatif, berbentuk batang, tidak meragi D-glukosa, tidak mereduksi nitrat menjadi nitrit. Koloni bakteri ini hidup subur menempel di pipa-pipa karet dan plastik yang berlumut dan tahan kaporit dengan konsentrasi klorin 2­6 mg/l. Legionella dapat hidup pada suhu antara 5,7°C – 63°C dan hidup subur pada suhu 30°C – 45°C.

4. Naegleria fowleri Naegleria fowleri dikenal dengan karakteristik yang disebut amebaflagellata, yaitu memiliki bentuk ameboiddan flagellata dalam hidupnya. Siklus hidupnya terdiri atas stadium trophozoit (ameboid dan flagellata) yang motile dan bentuk kista yang non-motile dan resisten. Trophozoit bentuk ameboid adalah bentuk satu-satunya yang dijumpai pada manusia.

5. Rhizopus stolonifer Rhizopus stolonifer merupakan salah satu dari jenis jamur Zygomycotina. Jenis jamur ini memiliki hifa pendek bercabang-cabang dan berfungsi sebagai akar (rizoid) untuk melekatkan diri serta menyerap zat-zat yang diperlukan dari substrat. Selain itu, terdapat pula sporangiofor (hifa yang mencuat ke udara dan mengandung banyak inti sel, di bagian ujungnya terbentuk sporangium (sebagai penghasil spora), serta terdapat stolon (hifa yang berdiameter lebih besar daripada rizoid dan sporangiofor).

6. E. Coli Escherichia coli adalah salah satu jenis bakteri yang secara normal hidup dalam saluran pencernaan baik manusia maupun hewan yang sehat. Nama bakteri ini diambil dari nama seorang bakteriologis yang berasal dari Germani yaitu THEODOR VON ESCHERICH. Theodor V.E berhasil melakukan isolasi bakteri ini pertama kali pada tahun 1885. Ia juga berhasil membuktikan bahwa diare dan gastroenteritis yang terjadi pada infant, disebabkan oleh bakteri Escherichia coli.

7. Copepods Copepoda adalah grup crustacea kecil yang dapat ditemui di laut dan hampir di semua habitat air tawar dan mereka membentuk sumber terbesar protein di samudra. Banyak spesies adalah plankton, tetapi banyak juga spesies benthos dan beberapa spesies kontinental dapat hidup di habitat limno-terestrial dan lainnya di tempat terestrial basah, seperti rawa-rawa.

8. Rotifers Rotifers adalah hewan mikroskopis dari divisi Rotifera. Rotifers dapat ditemukan di berbagai lingkungan dan air tawar. Rotifers juga sering ditemui pada mosses dan lichens yang tumbuh pada batang pohon dan batu. Ciri lainnya: • Merupakan binatang kosmopolitan. • Banyak terdapat di air tawar • Dikenal sebagai wheel animacules (binatang beroda). • Ukuran 40 mikrometer – 2.5 mm, rata- rata 200 mikrometer. • Hidup soliter, berkoloni, dan sesil. • Tubuh transparan, warna disebabkan warna saluran pencernaan (hijau, merah, dan coklat).

9. Anabaena sp Anabaena adalah genus cyanobakteria filamentous atau ganggang hijau-biru,ditemukan sebagai plankton. Anabaena diketahui berperan dalam menfiksasi nitrogen, dan Anabaena membentuk hubungan simbiosis dengan tanaman tertentu seperti pakupakuan. Terdapat satu dari 4 genera dari cyanobacteria yang menghasilkan neurotoxin,yang membahayakan margasatwa lokal seperti halnya hewan ternak dan hewan peliharaan. Spesies tertentu dari Anabaena telah digunakan dalam penanaman padi sawah, serta sebagai penyedia pupuk alami yang efektif.<

10. Cryptosporidium Cryptosporidium adalah protozoa patogen dari divisi Apicomplexa dan menyebabkan penyakit diare yang disebut cryptosporidiosis. Jenis Apicomplexan patogen lainnya yaitu parasit Plasmodium (malaria) dan Toxoplasma (toksoplasmosis). Vektor ini mampu menyelesaikan siklus hidupnya dalam satu host, sehingga kistanya dikeluarkan bersamaan dengan kotoran dan mampu menular ke host baru.

6 Alasan Tes Darah itu Penting

Masih banyak anggapan, bahwa fungsi tes darah bukan hanya untuk mengetahui golongan darah. Karenanya cukup sekali, dan biasanya untuk keperluan mengurus kartu identitas saja. Padahal tes darah reguler juga penting dilakukan untuk memantau kesehatan tubuh. Jadi bukan sekadar sebagai penguji kolesterol, asam urat, atau diabetes. Pasalnya, ada penyakit tertentu yang tidak menimbulkan gejala, tapi dapat dideteksi melalui tes darah. Berikut 6 alasan pentingnya tes darah.
1. Menghitung total darah Jumlah total darah akan memberitahu semua statistik vital tubuh. Misalnya, jumlah hemoglobin untuk mengetahui apakah Anda menderita anemia atau tidak, jumlah trombosit untuk mengetahui pembekuan darah dan sel darah putih untuk mengetahui infeksi dalam tubuh.

2. Infeksi Jika Anda memiliki infeksi, hepatitis atau sifilis, sebaiknya Anda menjalankan tes darah reguler. Hal ini dikarenakan penyakit tersebut bukanlah bawaan dari lahir.

3. HIV Virus mematikan Human Immunodeficiency Virus hanya dapat ditemukan melalui tes darah rutin. Tes darah secara dini, akan membuat penderita lebih waspada dan mengetahui pengobatan apa yang harus dilakukan.

4. Gula darah Diabetes memang dapat dilihat dari beberapa gejala, seperti haus, mudah lelah dan gampang mengantuk. Meski begitu, gula darah tetap masih dibutuhkan, tujuannya adalah untuk memantau tingkat kadar gula darah.

5. Kelenjar gondok Banyak anak muda yang menderita gangguan tiroid atau kelenjar gondok. Ini disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Sehingga, dengan melakukan tes darah rutin gejala tiroid dapat dideteksi lebih awal.

6. Kanker Kanker sering dideteksi lewat tes darah normal. Jika jumlah hemoglobin abnormal, atau sel darah putih tinggi, ini bisa menunjukkan karsinoma atau pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.