Selasa, 23 April 2019

Pengamanan Jaringan Perusahaan

Pengamanan jaringan perusahaan Kita tentu meletakkan aplikasi Sistem Informasi Akuntansi ini tentu berada dalam jaringan. Ada yang meletakkan aplikasi ERP kita ini di dalam jaringan perusahaan, ada juga yang meletakkan di pihak ketiga misalnya ke penyedia cloud. Di manapun aplikasi ERP atau aplikasi Sistem Informasi Akuntansi kita letakkan, kita harus mengamankan server kita termasuk jaringan menuju server kita tersebut. Jika kita menggunakan server fisik yang ada di kantor kita maka kita perlu menggunakan firewall untuk menyaring akses yang akan masuk ke server fisik yang ada di kantor kita. Secara praktis kita dapat menggunakan router Mikrotik yang harganya sangat terjangkau perusahaan dan konfigurasinya mudah karena mudah dalam mencari dokumentasinya. Definisi mudah di sini adalah mudah bagi orang yang telah belajar mengenai konsep jaringan TCP-IP. Pada Firewall ini kita dapat menentukan siapa saja yang dapat mengakses dan juga apa saja yang dapat diakses. Secara praktis jika aplikasi kita menggunakan web server maka port yang bisa diakses hanya port untuk SSL dan akses ke port lain akan ditolak. Untuk server yang ditaruh di cloud juga perlu dipasang firewall. Firewall ini bisa tersedia dari penyedia cloudnya kemudian kita tinggal melakukan konfigurasi saja atau kita bisa menginstall aplikasi firewal CSF seperti yang ada di websitenya config server Untuk penambahan pengamanan kita juga dapat menambahkan VPN atau (Virtual Private Network). Di sini jaringan akan sangat aman karena pengguna aplikasi akan melakukan dua kali login yaitu pertama kali login ke VPN dan kalau berhasil baru bisa login ke aplikasi. Untuk perusahaan-perusahaan besar dapat menerapkan VPN, tetapi untuk perusahaan-perusahaan kecil mungkin perlu dipertimbangkan dalam hal asas manfaat dan biayanya. Untuk web server yang digunakan pastikan menggunakan HTTPS karena ini protokol web yang aman di mana seluruh data dienkrip sepanjang pengiriman dari browser pengguna sampai dengan web server dan juga dienkrip sepanjang perjalanan dari web server ke browser pengguna.

Proses Bisnis Penjualan

Penjualan merupakan kunci penting perusahaan. Tanpa ada penjualan perusahaan akan berhenti beroperasi dan ditutup. Siklus sales order atau siklus penjualan merupakan siklus yang penting dalam perusahaan. Proses bisnis untuk penjualan adalah Sales order – draft Staf sales menginput data order penjualan. Pada saat input ini ada juga pilihan untuk mengkaitkan dengan consign request tertentu. Sales order – execute Manajer sales mengesahkan order penjualan Down payment – draft Bagian finance menginput down payment Down payment – execute Manajer finance mengesahkan pembayaran awal. Pada tahap ini akan mengupdate cash (debit) dan advanced sales (credit) Send order – draft Staf gudang akan membuat pengiriman / send order sesuai dengan sales order Send order – execute dan invoice customer Kepala gudang akan mengesahkan send order dan secara otomatis akan membuat invoice customer. Pada tahap ini akan mengupdate account receivable (debit), sales (credit), hpp (debit), inventory(credit) Send to customer Barang dan invoice kemudian dikirimkan ke pelanggan/customer dan pelanggan melakukan pembayaran sesuai invoice yang diterima Payment receipt batch – draft Bagian finance merinci pembayaran apa saja yang diterima hari ini dan diinput ke dalam payment receipt bacth Payment receipt batch -execute Manajer finance mengesahkan payment receipt batch. Pada proses ini akan mengupdate cash (debit), account receivable (credit), accrued sales (credit)